Kamis, 02 Oktober 2014


Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah, yakni pada tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Sementara puasa Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah. Ini didasarkan pada satu redaksi hadits yang artinya bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun. Kedua puasa ini sangat dianjurkan bagi para muslimin yang sedang tidak berhaji untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jamaah haji yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Puasa ini hendaknya dilakukan oleh umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji. Sementara yang sedang menjalankan ibadah haji, menurut Syaikhina K.H. Maimoen Zubair para jama'ah haji tidak harus menjalankannya, sebab sudah di sibukkan dengan berbagai macam ritual haji. Anjuran berpuasa bagi para jama'ah haji adalah berpuasa sebelum mereka berangkat haji. Mengenai fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah itu didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah Rahimahullah. Rasulullah SAW bersabda:
صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية
"Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun, yang telah lalu dan yang akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lalu" (HR. Muslim).
Adapun tentang fadhilah puasa Tarwiyah itu didasarkan pada satu redaksi hadits Rasulullah SAW.
صَوْمُ يَوْمَ التَّرْوِيَّةِ كَفَارَةُ سَنَة
"Puasa pada hari tarwiyah (8 Dzulhijah) akan mengampuni dosa setahun yang lalu”.
Jika kita sudah sampai di sepertiga bulan Dzulhijjah, maka sampailah kita pada hari yang istimewa. Ibnu Abbas r.a meriwayatkan, Rasulullah s.a.w bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)"
Semoga bagi para muslimin yang sedang melaksanakan ibadah haji mendapatkan haji yang mabrur. Sehingga mampu maraih pahala yang agung dari Allah, ibarat bayi yang baru lahir dari rahim ibunya.Yakni orang yang tidak mempunyai dosa. Amin. Sedangkan bagi para kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, semoga dosa-dosanya juga dihapus oleh Allah dengan menjalankan puasa Arafah dan Tarwiyah. Amin.
Referensi : Situs Resmi PP. Al-Anwar Sarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar